APAPUN YANG TERJADI PATUT DISUKURI…

Posted on September 2, 2008. Filed under: Info K-LINK |

Pada kehidupan sekarang banyak orang selalu menyalahkan keadaan yang membuat mereka selalu berpikir negatif dengan menyalahkan takdir dan malah dengan dengan lantang berani menyalahkan TUHAN, dengan mengeluh MENGAPA MEREKA YANG DIBERIKAN COBAAN??…MENGAPA BUKAN ORANG LAIN??? pada saat mereka mengalami masalah.

Cerita berikut ini akan memberikan inspirasi bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi dan keadaan yang terjadi pada kehidupan kita sehari-hari..

Tersebutlah seorang pangeran kerajaan yang sangat suka berburu. dan beliau mempunyai seorang penasehat yang sangat bijaksana yang selalu mendampinginya kemanapun ia pergi.

Suatu hari ketika sedang berburu di hutan sang Pageran tertimpa musibah jari kelingkingnya yang kanan harus diamputasi, membusuk karena tertusuk duri beracun di dalam hutan.
Setibanya dikerajaan sang pangeran pun meminta nasehat kepada sang penasehat mengenai kegundahanya itu.

PANGERAN : “Penasehatku apa yang harus kulakukan karena kini aku telah cacat, jari kelingkingku harus dipotong? bukankah sebagai seorang Pangeran aku haruslah orang yang sempurna, bukan orang yang cacat?”
PENASEHAT : Dengan tenang sang penasehat menjawab “Paduka APAPUN YANG TERJADI PATUT DISUKURI”

Mendengar jawaban itu sang Pangeran pun spontan naik pitam karena merasa bahwa sang Penasehat begitu lancang berani mensyukuri malapetaka yang menimpa dirinya.

Penasehatpun dipenjarakan dan ditambah dengan hukuman cambuk sebanyak 50 kali.

Jari kelingking sang Pangeran pun diamputasi tak lama kemudian untuk menyelamatkan nyawanya.

Setelah sembuh sang Pangeran pun kembali pergi berburu ke hutan yang lebih jauh lagi, dengan membawa penasehatnya yang baru. Ditengah hutan belantara Sang Pangeran dan Penasehatnya ditangkap oleh orang-orang primitif dan akan dibakar untuk dijadikan persembahan untuk para dewa yang mereka percayai..
Saat dimandikan sebelum dijadikan persembahan orang-orang primitif itupun menemukan bahwa si Pangeran ternyata cacat dan tidak layak dipersembahkan untuk para dewa karena jari kelingkingnya tidak ada. Sehingga ia pun dibuang dan tidak jadi dikorbankan sebagai persembahan. Dengan susah payah akhirnya ia bisa sampai ke kerajaan nya dan segera meminta para pengawal untuk melepaskan Penasehanya yang lama, yang dulu dipenjarakan nya.

PANGERAN : Wahai penasehatku yang bijaksana aku meminta maaf kerena pernah meragukanmu dan malah memenjarakanmu sekian lama.
PENASEHAT : (dengan berlinang air mata ia pun menjawab) “Paduka yang mulia sudah lama hamba telah memaafkan paduka dan hambapun BERTERIMA KASIH karena kalau tidak dipenjarakan pastilah hamba yang telah menjadi korban dari orang-orang primitif di hutan belantara itu”.
Pada akhirnya ia pun diangkat kembali menjadi penasehat dan dihadiahi harta yang berlimpa.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: